<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3736131344624015684</id><updated>2011-11-28T08:51:37.071+08:00</updated><category term='Dunia'/><category term='Tsaqafah'/><category term='coretan kehidupan'/><category term='isu semasa'/><title type='text'>SADLOOPEND</title><subtitle type='html'>Kuasa Tinta Menggegar Minda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sadloopend.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sadloopend.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Umara Arkantos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14810915061033347624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3736131344624015684.post-2284913770709706593</id><published>2010-02-07T10:45:00.007+08:00</published><updated>2010-02-21T15:35:16.439+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqafah'/><title type='text'>Mekanisme Pembuktian Dalam Peradilan Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perkara hukum merupakan perkara yang amat penting. Dengan patokan hukum itulah qâdhi (hakim) membuat keputusan terhadap pihak-pihak yang berperkara di pengadilan. Keputusan itu memiliki posisi yang amat penting sifatnya, yang memaksa. Karena itu, betapa fatalnya jika keputusan qâdhi itu salah; semisal menghukum orang yang bersalah, melepaskan orang yang berbuat jahat, atau memberikan kepada seseorang sesuatu yang bukan haknya.&lt;br /&gt;Realitas ini jelas menunjukkan pentingnya hukum yang benar dan adil. Untuk itu, Islam telah menyodorkannya, termasuk dalam hukum tentang pembuktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran Qâdhi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qâdhi adalah pihak yang menyampaikan hukum suatu perkara yang bersifat mengikat pihak yang berperkara. Abu Ya’la al-Farra telah merinci kewenangan seorang qâdhi antara lain: menyelesaikan persengketaan baik dengan mendamaikan atau menetapkan hukum yang telah pasti; memenuhi hak-hak orang-orang yang terhalang mendapatkan haknya setelah ditetapkan berdasarkan pembuktian; menetapkan wali bagi orang-orang yang dilarang untuk melakukan transaksi dan pembatasan (al-hijr) seperti orang gila, anak kecil, dan orang idiot; menikahkan perempuan yang tidak memiliki wali; menjaga kemaslahatan dengan mencegah pelanggaran di jalan dan tempat-tempat lainnya; menegakkan hudûd; meneliti saksi dan amanahnya; memperlakukan sama antara yang kuat dan lemah dalam hukum, dan tidak mengikuti hawa nafsu dalam memutuskan perkara.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam struktur pemerintahan Islam fungsi qâdhi dibagi menjadi tiga yaitu: qâdhi yang menangani perkara muamalat dan ‘uqûbât yang terjadi di tengah-tengah masyarakat; al-muhtasib, qâdhi yang menangani pelanggaran yang membahayakan kepentingan umum; dan qâdhi mazhâlim yang menangani perselisihan yang terjadi antara rakyat dan pejabat negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prosedur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan hukum atas dua pihak yang bersengketa tidak dapat diputuskan sebelum diajukan ke pengadilan. Hal ini didasarkan pada riwayat Abdullah bin Zubair ra. yang berkata:&lt;br /&gt;قَضَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْخَصْمَيْنِ يَقْعُدَانِ بَيْنَ يَدَىِ الْحَاكِمِ&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menetapkan bahwa dua pihak yang bersengketa didudukkan di depan qâdhi (HR al-Hakim dan menurutnya sahih. Namun, Albani men-dhâ’îf-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk tindakan kriminal yang masuk dalam kategori hisbah dan mukhâlafat, keputusan pengadilan tidak harus dilakukan di dalam pengadilan, namun dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja saat kejadian perkara.2 Hal ini karena qâdhi hisbah merupakan petugas negara yang secara proaktif melakukan amar makruf dan nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat. Ia sekaligus berwenang menjatuhkan sanksi yang mendidik bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan yang menggangu kemaslahatan umat dan menimbulkan dharar seperti pembuat mata uang palsu, pedagang yang curang dalam timbangan, orang yang meninggalkan shalat, pria dan wanita yang berkhalwat, dsb.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengadilan qâdhi yang akan memutus-kan perkara harus mendengarkan keterangan kedua pihak yang bersengketa. Rasulullah saw. bersabda kepada Ali ra.:&lt;br /&gt;فَإِذَا جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْكَ الْخَصْمَانِ فَلاَ تَقْضِيَنَّ حَتَّى تَسْمَعَ مِنَ الآخَرِ كَمَا سَمِعْتَ مِنَ الأَوَّلِ فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يَتَبَيَّنَ لَكَ الْقَضَاءُ&lt;br /&gt;Jika duduk di hadapanmu dua orang yang berperkara maka janganlah engkau memutuskan hingga engkau mendengarkan pihak lain sebagaimana pihak yang pertama, karena hal itu akan lebih baik sehingga jelas bagimu dalam memutuskan perkara (HR al-Hakim. Menurutnya sahih dan disepakati oleh ad-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu qâdhi juga harus berada dalam kondisi yang normal seperti tidak dalam keadaan marah, lapar atau dalam tekanan pihak-pihak tertentu sehingga mengganggu konsentrasinya dalam memutuskan perkara. Hal didasarkan pada sabda Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;لاَ يَقْضِى الْحَكَمُ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ&lt;br /&gt;Seorang qâdhi tidak boleh memutuskan di antara dua pihak yang berperkara, sementara ia dalam keadaan marah (HR Abu Daud, Ibnu Majah. Albani mengatakan hadis ini sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengandung illat, yaitu larangan memutuskan bagi qâdhi ketika pemikirannya dalam keadaan kacau. Dengan demikian, keadaan apa saja yang dapat membuat pemikiran qâdhi kacau maka pada saat itu ia diharamkan untuk memutuskan perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Pembuktian &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan benar atau tidaknya dakwaan pendakwa terhadap terdakwa maka proses pembuktian merupakan perkara yang amat menentukan. Oleh karena itu, Islam telah menetapkan jenis pembuktian yang diakui legalitasnya yaitu: pengakuan pelaku (QS 2: 225), sumpah (QS 2: 84), saksi dan dokumen tertulis (QS 2: 282).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Pengakuan dan sumpah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang telah mengaku telah melakukan suatu tindakan kriminal di pengadilan maka qâdhi tidak serta merta menerima pengakuan itu hingga ia yakin bahwa pengakuan tersebut lahir dari kesadaran orang tersebut. Hal ini didasarkan pada sikap Rasulullah saw. yang tidak langsung menerima pengakuan Maiz yang mengaku telah berzina. Abu Abdullah bin Buraidah meriwayatkan: Maiz bin Malik al-Aslami mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, “Ya Rasul, saya telah menzalimi diri saya dan telah berzina. Saya berharap Anda bersedia mensucikan saya.” Namun, Rasul menolaknya. Pagi harinya ia datang lagi dan berkata, “Ya Rasul, saya telah berzina.” Lalu ia ditolak lagi. Rasul kemudian mengirim utusan kepada kaumnya dan bertanya, “Apakah kalian mengetahui ada yang buruk pada akal Maiz dan kalian mengingkarinya?” Mereka menjawab, “Kami tidak mengetahui kecuali akalnya sama dengan orang shalih di antara kami.” Lalu Maiz datang ketiga kalinya. Rasul mengutus lagi utusan untuk mengetahui akalnya, namun tidak ada yang ganjil darinya. Tatkala ia datang keempat kalinya maka Rasul membuatkan lubang untuknya dan memerintah-kan orang-orang untuk merajamnya. Lalu ia pun dirajam (HR Muslim) . Hadis ini menunjukkan bahwa pengakuan bisa menjadi bayyinât (bukti) oleh qâdhi dalam menetapkan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sumpah yang dijadikan sebagai bayyinât sumpah yang atas peristiwa yang telah terjadi. Itu dilakukan setelah seseorang diminta oleh qâdhi di pengadilan. Sumpah pihak pendakwa atau terdakwa tidak sah jika tidak diminta oleh qâdhi. Demikian pula isi sumpah adalah sebagaimana yang dimaksudkan oleh qâdhi bukan yang dimaksudkan oleh pihak yang bersumpah. Jika, misalnya, ia bersumpah dengan ungkapan tauriyah (peryataan bersayap) atau dengan syarat yang disamarkan maka yang berlaku adalah apa yang dimaksudkan oleh hakim.4 Ini didasarkan pada hadis Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;الْيَمِينُ عَلَى نِيَّةِ الْمُسْتَحْلِفِ&lt;br /&gt;Sumpah itu berdasarkan niat dari pihak yang meminta sumpah (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Kesaksian.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memberikan saksi adalah fardhu kifayah (QS 2: 283; QS 5:8). Dengan kata lain, jika terjadi suatu perkara dan seseorang menyaksikan perkara tersebut maka fardu kifayah baginya untuk memberikan kesaksian di pengadilan dan jika tidak ada pihak lain yang bersaksi atau jumlah saksi tidak mencukupi tanpa dirinya maka ia menjadi fardhu ‘ain. Dengan pemahaman ini seorang saksi tentu tidak akan keberatan atau mangkir dari memberi kesaksian di pengadilan sebab ia merupakan perbuatan yang bernilai pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kesaksian harus didasarkan pada keyakinan pihak saksi, yakni berdasarkan penginderaanya secara langsung pada peristiwa tersebut. Diriwayatkan dari Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;إذَا عَلِمْتَ مِثْلَ الشَّمْسِ فَاشْهَدْ، وَإِلاَّ فَدَعْ&lt;br /&gt;Jika engkau mengetahuinya seperti (melihat) matahari maka bersaksilah. Namun, jika tidak maka tinggalkanlah (HR al-Baihaqi dan al-Hakim menurutnya sahih. Namun, adz-Dzahabi men-dhâ’îf-kannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak yang dijadikan saksi juga bukan sembarang orang, namun hanya orang yang memenuhi kualifikasi tertentu yaitu: balig, berakal dan adil. Sifat adil merupakan hal yang penting dalam kesaksian karena ia menentukan integritas seorang saksi dalam menyampaikan kesaksian. Definisi adil adalah orang yang tidak tampak kefasikan pada dirinya. Dengan kata lain, ia menghindari perbuatan-perbuatan yang membuat dirinya—menurut pandangan orang-orang—keluar dari sifat istiqamah.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah juga telah menetapkan orang-orang yang tidak boleh menjadi saksi yaitu: orang yang mendapat sanksi karena menuduh orang lain berzina (qadzaf), anak yang bersaksi kepada bapaknya dan bapak kepada anaknya, istri kepada suaminya dan suami kepada istrinya, pelayan (al-khâdim) yang lari dari pekerjaannya serta orang yang bermusuhan dengan terdakwa.6 Penetapan layak tidaknya seseorang menjadi saksi dalam sebuah perkara ditetapkan oleh qâdhi di dalam pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah saksi dalam setiap perkara pada dasarnya dua saksi laki atau yang setara dengan jumlah tersebut, yaitu satu saksi laki dan dua perempuan, empat saksi perempuan atau satu saksi laki-laki ditambah dengan sumpah penuntut. Sebagaimana diketahui, dua orang wanita dan sumpah setara dengan seorang saksi laki-laki.7 Meski demikian, syariah telah memberikan pengecualian dari jumlah tersebut. Pada kasus perzinaan disyaratkan empat saksi; penetapatan awal bulan (hilal) cukup satu orang saksi; dan kegiatan yang hanya melibatkan wanita seperti penyusuan dengan satu saksi perempuan.8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Dokumen tertulis.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan dokumen tertulis menjadi landasan yang tak terpisahkan dalam perkembangan tsaqâfah Islam, seperti pada ilmu fikih dan hadis. Demikian juga pada masa Rasulullah hingga Khalifah dan qâdhi setelahnya juga banyak bertumpu pada dokumen.9 Dokumen setidaknya ada tiga jenis, yaitu dokumen yang bertandatangan, dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara dan dokumen yang tidak bertanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya dokumen bertanda tangan adalah sama statusnya sama dengan pengakuan dengan lisan. Oleh karena itu, dokumen tersebut membutuhkan penetapan. Jika seseorang mengakui bahwa tanda tangan yang tertera dalam sebuah dokumen adalah miliknya maka dokumen tersebut sah dijadikan bukti. Namun, jika ia mengingkarinya maka dokumen tersebut tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah seperti surat nikah dan akte kelahiran maka ia tidak membutuhkan adanya penetapan terhadap keabsahannya. Oleh karena itu, dokumen langsung dapat dijadikan sebagai bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dokumen tertulis yang tidak bertanda tangan seperti surat, pengakuan utang, faktur belanja dan sebagainya maka statusnya sama dengan dokumen yang bertanda tangan, yaitu membutuhkan penetapan bahwa orang tersebut yang menulis atau memerintahkan menulis atau mendiktekan tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen yang dianggap valid menjadi alat bukti bagi pendakwa hanya diterima jika dihadirkan di pengadilan. Jika pendakwa tidak mampu menghadirkan dokumen yang dijadikan bukti tersebut maka ia dianggap tidak ada. Namun demikian, jika dokumen tesebut berada di tangan negara maka qâdhi memerintahkan untuk dihadirkan. Jika dokumen tersebut dinyatakan penggugat ada pada tergugat dan diakui oleh tergugat maka tergugat harus menghadirkannya. Jika ia menolak untuk menghadirkannya maka dokumen tersebut dianggap ada. Jika tergugat menolak bahwa dokumen tersebut ada padanya maka ia dibenarkan kecuali jika penggugat memiliki salinan atas dokumen tersebut maka ia harus mampu membuktikan bahwa dokumen tersebut ada pada pada tergugat. Jika tidak dapat dibuktikan maka tergugat harus disumpah bahwa ia tidak memilikinya. Jika ia menolak bersumpah maka salinan dokumen tersebut dianggap benar dan menjadi alat bukti bagi pendakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aspek Ruhiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Islam menjadikan bukti yang lahiriah yang menjadi dasar dalam pengadilan sehingga peluang terjadinya rekayasa oleh pihak yang berperkara dalam menghadirkan bukti-bukti di pengadilan dapat saja terjadi. Hal ini memang tidak ditampik oleh Islam. Meski demikian, patut dicatat bahwa syariah sangat mengecam tindakan tersebut dan pelakunya diancam dengan azab neraka. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kalian berselisih di hadapanku dan boleh jadi sebagian dari kalian lebih fasih dalam berargumentasi dari yang lain sehingga saya memutuskan berdasarkan apa yang saya dengar darinya. Siapa yang saya berikan padanya hak saudaranya maka janganlah ia mengambilnya karena sesungguhnya saya telah memberikan untuknya bagian dari neraka (HR al-Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan yang sama juga ditujukan kepada para saksi. Betul bahwa ia dapat bersaksi dengan saksi palsu sehingga dapat mempengaruhi keputusan pengadilan. Namun, setiap saksi akan diingatkan bahwa Allah senantiasa menyaksikan apa yang mereka nyatakan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban (QS 17: 36). Di samping itu, kesaksian palsu merupakan salah satu perbuatan yang sangat dikecam di dalam Islam. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَوْلُ الزُّورِ أَوْ قَالَ شَهَادَةُ الزُّورِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas dari Nabi saw. beliau bersabda, “Dosa-dosa yang paling besar adalah menyekutukan Allah, membunuh orang, durhaka kepada kedua orangtua dan berkata bohong atau beliau bersabda bersaksi bohong (HR al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan qâdhi. Peluang untuk memanipulasi hukum sangat terbuka lebar karena di tangannyalah keputusan berada. Oleh karena itu, Rasulullah saw. mengingatkan para qâdhi agar tidak menyimpang dari hukum Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Buraidah dari bapaknya dari Nabi saw. beliau bersabda, “Qadhi ada tiga: satu masuk surga dan dua masuk neraka. Qâdhi yang masuk surga adalah qâdhi mengetahui kebenaran dan memutuskan dengannya; sementara qâdhi yang mengetahui kebenaran lalu ia menyimpang darinya ketika memutuskan perkara maka ia di neraka. Demikian pula qâdhi yang memutuskan perkara dengan jahil maka ia pun masuk neraka.” (HR Abu Daud dan menurutnya sahih). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan sumber hukum yang jelas dan adil, qâdhi yang memiliki integritas tinggi dan proses yang jelas dan tidak bertele-tele maka pencapaian keadilan di dalam sistem Islam bukanlah ‘barang mahal’ yang sulit dijangkau oleh masyarakat sebagaimana pada sistem Kapitalisme. Hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah? Wal-Lâh a’lam bish Shawâb. (Muhammad Ishak, Lajnah Tsaqafiyyah-HTI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nota kaki:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Abu Ya’la al-Farra, al-Ahkamu as-Sulthaniyyah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2000), hlm. 65-66&lt;br /&gt;2 Ahmad ad-Daur, Ahkamu al-Bayyinat, (tp, 1958) hlm. 29&lt;br /&gt;3 Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, ath-Thuruq al-Hukmiyyah fi as-Siyasah asy-Syar’iyyah, ( Jeddah: Dar al-Ilmu al-Fawaid, tt), hlm. 629. Lihat juga Al-Mawardy, al-Ahkamu ah-Sulthaniyyah, (Dar al-Fikr, 1960) hlm. 240&lt;br /&gt;4 Ungkapan tauriyah dan syarat yang disamarkan dilakukan oleh seseorang untuk menghidari tuduhan namun disisi lain ia juga tidak ingin bersumpah palsu.&lt;br /&gt;5 Ahmad ad Daur, Ahkamu al-Bayyinat, (ttp, 1965), hlm.9&lt;br /&gt;6 Ibid, hlm. 22&lt;br /&gt;7 Ibid, hlm. 17&lt;br /&gt;8 Ibid, hlm. 20&lt;br /&gt;9 Ibnu al-Qayyim, op.cit., hlm. 547.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://feedshark.brainbliss.com" title="track"&gt;Feed Shark&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3736131344624015684-2284913770709706593?l=sadloopend.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sadloopend.blogspot.com/feeds/2284913770709706593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3736131344624015684&amp;postID=2284913770709706593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default/2284913770709706593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default/2284913770709706593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sadloopend.blogspot.com/2010/02/mekanisme-pembuktian-dalam-peradilan.html' title='Mekanisme Pembuktian Dalam Peradilan Islam'/><author><name>Umara Arkantos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14810915061033347624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3736131344624015684.post-8993326443475216360</id><published>2009-09-27T08:59:00.005+08:00</published><updated>2009-09-27T09:15:08.215+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='isu semasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia'/><title type='text'>Hipokrasi Barat dalam Persoalan Holocaust Demi Pertahan Yahudi Laknatullah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Utusan Malaysia 23 Sep 2009&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ahmadinejad bangga nafikan Holocaust&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;TEHERAN 22 Sept. - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berkata, beliau bangga mencetuskan kemarahan antarabangsa dengan kenyataan terbarunya menafikan Holocaust pernah berlaku ke atas kaum Yahudi di Eropah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu dibuat menjelang kehadirannya ke perhimpunan agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) minggu ini dan menunjukkan keingkarannya setiap masa, walaupun Iran menerima tekanan kuat untuk mengurangkan program nuklearnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ahmadinejad dijadual berucap pada Perhimpunan Agung PBB esok. Beliau kelihatan bersungguh-sungguh mahu menunjukkan bahawa beliau tidak lemah walaupun tercetusnya keadaan huru-hara selama tiga bulan di Iran ekoran bantahan kemenangannya dalam pilihan &lt;a href="http://203.142.6.171/utusan/c.php?c=27&amp;amp;t=http://www.celcom.com.my/biz/mobile-email-bbgiveaway.html" target="_blank"&gt;raya&lt;/a&gt; presiden Jun. Presiden Iran itu mempunyai alasan untuk menggambarkan kerajaan pimpinannya adalah kuat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada 1 Oktober ini, negara republik Islam itu akan memasuki rundingan utama dengan Amerika Syarikat (AS) dan beberapa negara kuasa dunia lain untuk berusaha mendapatkan kebenaran program nuklearnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;AS dan sekutunya mengesyaki Iran membangunkan senjata nuklear dan memberi amaran bahawa Teheran sudahpun cukup mengayakan uranium untuk membina bom.Iran bagaimanapun menafikannya dan berkata ia hanyalah bertujuan untuk menjana kuasa elektrik.&lt;br /&gt;Ini adalah kali kelima beliau menghadiri Perhimpunan Agung tahunan PBB sejak menjadi Presiden pada 2005. Sebelum ini, kesempatan ini digunakan untuk menentang dominasi AS dan Israel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ucapannya pada Jumaat lalu, beliau telah mempersoalkan sama ada Holocaust 'benar-benar berlaku' dan menyifatkannya sebagai satu alasan yang digunakan oleh Yahudi untuk memerangkap Barat menubuhkan Israel.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Katanya, negara Yahudi ditubuhkan melalui 'penipuan dan suatu tuntutan mitos'.&lt;br /&gt;Semalam, beliau sekali lagi mencetuskan kemarahan dunia menjelang perhimpunan PBB ini ketika menjawab persoalan berhubung kritikan meluas terhadap komennya itu.&lt;br /&gt;"Kemarahan pembunuh profesional dunia adalah kebanggaan bagi kami," katanya yang dipetik oleh agensi berita IRNA. - AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UPEN: Holocaust atau Hollow-Cause?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun dahulu bekas Setiausaha Agung PBB, Kofi Annan telah berkata, “Mengingati peristiwa tersebut adalah penting untuk menolak dakyah orang-orang tertentu yang mengatakan bahawa ianya tidak pernah berlaku dan mengatakan angka 6 juta itu sengaja diperbesarkan. Kita mesti menolak fahaman palsu tersebut, tidak kira ianya datang dari siapa dan dari mana”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenapakah peristiwa Holocaust sangat penting dikatakan selama ini? Peistiwa ini menjadi titik hitam sejarah kaum Yahudi sebab dikatakan seramai 6 juta orang Yahudi terbunuh oleh tentera Nazi Jerman semasa Perang Dunia Kedua. Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) yang seramai 191 negara telah sebulat suara memiliah 27 Januari sebagai meingati peristiwa ini, sebab pada hari ini pusat tahanan Auschwitz yang dikatakan berlakunya pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi, telah jatuh ke tangan tentera Bersekutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A). Persoalan mengenai Holocaust&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang lantang mempersoalkan kebenaran peristiwa Holocaust tersebut adalah Presiden Iran iaitu Mahmoud Ahmadinejad. Presiden Ahmadinejad bukan sahaja mempersoalkan peristiwa tersebut, tetapi telah menawarkan bantuan kepakaran Iran untuk membuat siasatan terhadap peristiwa Holocaust itu. Tetapi Menteri Luar Poland iaitu Stefan Meller menolak mentah-mentah tawaran Iran tersebut yang menghalang sebarang penyiasatan terhadap pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi di Poland yang dilakukan oleh Nazi Jerman semasa Perang Dunia Kedua [http://www.aljazeerah.net, pada 18 February 2006]. Memang menakjubkan bahawa seluruh benua Eropah yang mempunyai ramai ahli sains dan ahli sejarah jika dibandingkan dengan Iran, tidak pernah mengambil langkah serius dalam menyiasat kebenaran peristiwa Holocaust tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah dijangkakan bahawa seramai 1.1 juta kaum Yahudi mati dibunuh dengan menggunakan gas beracun di Auschwitz- Birkenau, suatu pusat tahanan di Poland yang dikuasai oleh Nazi Jerman semasa Perang Dunia Kedua. Duta Iran di Portugal yang pernah menjadi pegawai diplomat Iran di Poland memberikan wawancara di radio Portugal mengatakan bahawa beliau pernah melawat pusat tahanan tersebut di Poland, yang sekarang telah menjadi sebuah muzium. Berdasarkan kepada pengiraannya, tentera Nazi Jerman memerlukan masa 15 tahun untuk membakar setiap mayat yang berjumlah 6 juta itu, andaikata seramai 6 juta kaum Yahudi terkorban di pusat tahanan Auschwitz [http://www.aljazeerah.net, pada 18 February 2006].&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam suatu pungutan suara yang dikendalikan oleh akhbar British, Guardian, seramai 15% responden mengatakan bahawa angka kematian 6 juta kaum Yahudi telah sengaja diperbesar-besarkan [http://www.aljazeerah.net, pada 23 Januari 2004]. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya benua Eropah secara serius hendak penduduk dunia mempercayai angka kematian 6 juta kaum Yahudi tersebut, mereka sepatutnya membuat siasatan rapi lama sebelum negara Yahudi Israel didirikan pada tahun 1948. Juga dimanakkah terdapatnya pengakuan rasmi daripada anggota-anggota tentera Nazi Jerman semasa diperbicarakan di Nuremberg bahawa mereka telah membunuh seramai 6 juta manusia yang kesemuanya adalah kaum Yahudi? Adakah Eropah boleh memberikan senarai kesemua nama-nama 6 juta orang yang terbunuh dengan nama-nama klasik Yahudi (contohnya seperti Goldstein, Rubenstein, Moshe, Rosenberg, Yitshak, Fleishman dan lain-lain lagi) pada mangsa-mangsa tersebut, untuk tatapan seluruh dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B). Apakah peristiwa Holocaust sangat mustahak untuk diingati?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat semasa Perang Dunia Kedua, dianggarkan seramai 50 juta orang terkorban di Eropah sahaja. Ini bermakna seramai 44 juta orang adalah bukan kaum Yahudi. Dianggarkan seramai 20 juta penduduk Rusia telah terkorban mempertahankan negara mereka daripada penguasaan Nazi Jerman. Ukraine dianggarkan telah kehilangan seramai 7 juta penduduknya semasa melawan Nazi Jerman. Kenapakah Eropah sangat ingin memberikan penghormatan kepada segolongan penduduk yang agama mereka berasal dari Timur Tengah (agama Yahudi), sedangkan lebih ramai lagi penduduk mereka terkorban? Juga kaum Yahudi di Eropah tidak mempunyai kekuatan senjata dan tentera yang dapat mengalahkan Nazi Jerman, tetapi sebaliknya kekuatan Nazi Jerman telah dikalahkan oleh tentera Bersekutu daripada negara Eropah dan juga tentera Amerika Syarikat yang bukan merupakan kaum Yahudi. Jadi kenapa memperingati peristiwa Holocaust adalah merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh dipersoalkan lagi dan penolakannya adalah suatu kesalahan berat di Eropah?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya Eropah berpendapat bahawa peristiwa memperingati Holocaust adalah sangat mustahak dan mahu seluruh dunia mempercayai bahawa sejumlah 6 juta kaum Yahudi terkorban, maka peristiwa-peristiwa yang lain juga yang tidak kurang pentingnya mesti mendapat perhatian dan pembelaan sewajarnya daripada seluruh dunia, ini termasuklah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a). Berjuta-juta kaum Red Indian (kaum peribumi Amerika Utara) yang kehilangan nyawa mereka dan tanah mereka kepada imperialism bangsa Eropah yang bermula sejak kurun ke 15 semasa Christopher Columbus mendarat di benua Amerika Utara. Seorang bekas Profesor di Universiti Colorado di Amerika Syarikat, iaitu Ward Churchill berkata pada tahun 1994, “Populasi kaum Red Indian dianggarkan berjumlah seramai 12 juta orang pada kurun ke 16, telah susut kepada lebih kurang 200,000 orang empat kurun selepas itu” [Ward Churchill di dalam bukunya bertajuk “Indians are US” (Common Courage Press, 1994) &lt;a href="http://web.mit.edu/thistle/www/v9/9.11/1columbus.html"&gt;http://web.mit.edu/thistle/www/v9/9.11/1columbus.html&lt;/a&gt;, pada Januari 2006].&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;i). Berjuta-juta nyawa penduduk Amerika Selatan dan Amerika Tengah yang terkorban akibat penjajahan Sepanyol dan Portugis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ii). Tanah dan nyawa penduduk peribumi Australia dan New Zealand semasa penjajahan British.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;iii). Tanah dan nyawa penduduk Afrika Selatan disebabkan oleh penjajahan apartheid oleh British dan Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;iv). Nyawa penduduk Asia dan Afrika semasa penjajahan bangsa Eropah seperti Sepanyol, Belanda, British dan Peranchis selama beratus-ratus tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;v). Nyawa dan tanah umat Islam semasa diusir keluar oleh Kristian Katholik di Sepanyol (Andalusia) pada kurun ke 15.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;vi). Nyawa beribu-ribu orang kulit hitam Afrika yang diculik oleh bangsa Eropah untuk dibawa ke benua Amerika Utara dan Amerika Selatan untuk dijadikan hamba abdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C). Hipokrasi kebebasan bersuara Barat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ahli sejarah seperti David Irving dari Britain dan Ernst Zundel dari Jerman pernah dipenjarakan sebab menafikan peristiwa Holocaust atau pembunuhan 6 juta kaum Yahudi semasa Perang Dunia Kedua, walaupun mereka dibebaskan selepas beberapa tahun dalam tahanan. Selain itu ada juga seorang ahli sejarah Peranchis yang memeluk Islam iaitu Roger Garaudy yang juga menafikan peristiwa Holocaust tersebut, walaupun beliau tidak dikenakan tindakan undang-undang. Negara-negara lain seperti Belanda, Jerman dan Austria mewajibkan orang-orang yang mahu menjadi warga negara-negara tersebut untuk mempercayai peristiwa Holocaust tanpa persoalan sebelum boleh menerima kerakyatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Juga umat Islam dikejutkan oleh penghinaan karikatur Rasulullah (SAW.) oleh akhbar Denmark, yang mengatakan mereka melakukannya di atas kebebasan bersuara, dan susulan daripada peristiwa tersebut, beberapa akhbar lain di beberapa buah negara Eropah telah menyiarkan karikatur tersebut. Kerajaan Denmark tidak mahu mengambil tindakan ke atas akhbar tersebut untuk menghormati hak kebebasan bersuara yang kononnya menjadi prinsip hidup mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul pula penghinaan Islam oleh ahli Parlimen Belanda yang bernama Geert Wilders yang menyiarkan filem “Fitna” yang menghina Islam, dan kerajaan Belanda tidak mengambil tindakan terhadap Wilders disebabkan juga oleh alasan menghormati hak kebebasan bersuara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Susulan daripada kedua peristiwa yang menghina Islam, segolongan penduduk Iran telah menganjuran peraduan menciptakan kartun yang menafikan peristiwa Holocaust untuk menguji sama ada Barat betul-betul menghormati hak dan kebebasan untuk mengadakan peraduan sedemikian, yang dianggap menghina Barat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu lapuran Associated Press pada 2 Sep 2009, mengatakan bahawa kerajaan Belanda mahu mengenakan tindakan mahkamah ke atas sebuah pertubuhan Arab yang menyiarkan kartun menafikan peristiwa Holocaust.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sini terbukti bahawa pegangan hak kebebasan bersuara adalah suatu hipokrasi Barat dan Eropah khususnya. Mereka tidak mahu melakukan siasatan secara serius ke atas peristiwa Holocaust, tetapi serius di dalam menyiarkan karikatur dan filem yang menghina Islam tanpa banyak soal. Mereka tidak serius untuk berbincang dan berdebat dengan umat Islam di negara mereka tetapi serius di dalam melakukan perkara-perkara yang menghina Islam, teapi boleh mempercayai peristiwa Holocaust tanpa soal dan tanpa bukti-bukti yang kukuh. Prinsip sebegini yang dipegang oleh Barat dan khususnya Eropah, sebenarnya telah kembali ke zaman gelap mereka, zaman yang mempercayai kewujudan manusia serigala jadian (werewolf) dan manusia pontianak (vampire) tanpa banyak soal dan tanpa bukti kukuh, mempercayai bahawa matahari mengelilingi bumi, dan bukan sahaja begitu malah menyiksa orang-orang yang dapat membuktikan bahawa bumi mengelilingi matahari, sebab begitulah nasib yang menimpa Galileo lebih kurang lima ratus tahun dahulu di benua Eropah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa Allahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Petikan dari Syabab HT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://feedshark.brainbliss.com" title="track"&gt;Feed Shark&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3736131344624015684-8993326443475216360?l=sadloopend.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sadloopend.blogspot.com/feeds/8993326443475216360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3736131344624015684&amp;postID=8993326443475216360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default/8993326443475216360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default/8993326443475216360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sadloopend.blogspot.com/2009/09/hipokrasi-barat-dalam-persoalan.html' title='Hipokrasi Barat dalam Persoalan Holocaust Demi Pertahan Yahudi Laknatullah'/><author><name>Umara Arkantos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14810915061033347624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3736131344624015684.post-6497353318692153517</id><published>2009-07-13T22:49:00.008+08:00</published><updated>2009-07-17T22:15:54.580+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coretan kehidupan'/><title type='text'>Apa yang berlaku itulah yang terbaik bagimu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marah yang amat sangat apabila mendapat ATA(amanah tugas akedemik) yang diberikan oleh ketua program aku. 21 jam.....rasanya itu adalah suatu tugas yang amat berat bagiku...kata2 itu tiba2 terucap dalam fikiranku..mula lah rasa tidak puas dan marah yg amat sangat pada rakan2 sejawat apabila melihat ATA mereka sedikit belaka, byklah sumpah seranah yang tertitip dbibirku....astagfirullahaladzhim....aku mengucap kata2 taubat ini ketika memandu balik dari tempat kerja, teringat kata2 hikmah yg sering aku dengar di corong radio IKIM 'apa yang berlaku pada kamu itulah yang terbaik yang Allah beri bagi kamu'......bila difikirkan kembali apa yang berlaku, maka benarlah kata2 itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kebetulan atau tidak aku memang memerlukan pembiayaan untuk pengajian master aku dan isteri aku, ya.... memang benar aku perlu merancang kewangan aku untuk semester depan dan aku perlukan wang yang lebih sedikit utk yuran yang sebenarnya Allah s.w.t telah berikan peruntukan tersebut melalui ATA yang telah dipertanggungjawabkan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ATA yang lebih dari 18 jam akan mendapat elaun tambahan sebanyak 100 perjam, maknanya aku mendapat RM300 seminggu ataupun sebulan rm1200 .....Alhamdulillah, syukur pada Allah s.w.t kerana meringankan bebanku.... sesungguhnya Allah s.w.t sentiasa menolong hamba2Nya yang sentiasa mencari keredhaanNya dan sabar dalam mendapat pertolonganNya.....yang baik dan buruk itu ada hikmah di sebaliknya maka manusialah yang perlu mencari rahsia disebaliknya....wassalam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://feedshark.brainbliss.com" title="track"&gt;Feed Shark&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3736131344624015684-6497353318692153517?l=sadloopend.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sadloopend.blogspot.com/feeds/6497353318692153517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3736131344624015684&amp;postID=6497353318692153517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default/6497353318692153517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3736131344624015684/posts/default/6497353318692153517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sadloopend.blogspot.com/2009/07/apa-yang-berlaku-itulah-yang-terbaik.html' title='Apa yang berlaku itulah yang terbaik bagimu'/><author><name>Umara Arkantos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14810915061033347624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
